Terima kasih untuk semua pihak yang telah berpartisipasi pada Perayaan Natal di Panti Werdha Santa Anna, Minggu 21 Desember 2014. Semoga Tuhan membalas budi baik anda semua.

01 Juni 2008

Jika Allah Memanggil...



Diambil dari sumber: www.domuskaritatis.blogspot.com

Beginilah sepenggal cerita 'kehidupan' .....
Hidup yang dulu HANYA saya jalani dengan 'penuh' cita2, ambisi dan tekad untuk menjadi 'besar'....untuk dapat 'dibanggakan' dan juga keinginan untuk 'dihargai atau dihormati' oleh banyak orang.
Namun tanpa disadari...."...bila Allah memanggil....."....saya hanya mampu menjalani hidup sehari demi sehari dengan pertanyaan dan perenungan "apakah sebenarnya 'rencana' Allah atas semua yang terjadi dalam hidup saya?".....



Beberapa kali .... disaat saya mempertanyakan rencanaNya atas hidup saya.....saya
kembali mengingat jawaban ibu saya ketika saya bertanya "saya waktu kecil, anak yang seperti apa?"...beliau menjawab "..kamu diperut tidak macam-macam :)) dan dilahirkanpun dalam kondisi 'mudah' ....mudah karena tidak neko2, tidak ngidam aneh2, tidak banyak mual2 dll dan saat lahiranpun....ketuban pecah saat dirumah... jadi ibu langsung naik becak ke rumah sakit dan hanya dalam waktu 2-3 jam (kalo nggak salah) kamu sudah maksa mau keluar padahal di rumah sakit saat itu hanya ada perawat karena dokter kandungan yang ditelepon masih dalam perjalanan ke rumah
sakit...:)"...yah mungkin saya adalah model anak yang tidak sabaran dan ingin 'bawa'cara sendiri (kata ibu saya loh) karena nggak sabar nunggu dokter dateng dan nekat keluar sendiri tanpa dokter katanya hehehe.

Saat sekolah, kuliah dll.....jawaban ibu saya tetap sama....saya anak yang tidak macam2 menurut dia.....saat sekolahpun nilai saya cukup baik..walaupun tidak berprestasi2 amat juga....saya tidak mau les, kecuali untuk Bahasa Inggris yang memang saya sukai ....saya belajar sendiri dan tidak perlu diajari kecuali saat saya sungguh tidak mengerti, pulang sekolahpun langsung ke rumah....hampir tidak pernah 'ngelayap'.
Persoalan bagi ibu saya justru muncul karena sikap tidak macem2 itu....dia merasa tidak 'mengenal' saya....tidak mengerti 'pola pikir saya'...disuruh les tidak mau,lebih mau bersusah2 belajar sendiri, disuruh naik jemputan sekolah tidak mau, lebih memilih naik bis bersama teman, dibelikan sepatu baru tidak mau, karena sepatu yang lama masih bisa dipakai, ditawari uang saku lebih tidak mau, karena uang saku yang biasapun masih sangat cukup.
Sampai sekarangpun masih begitu....dia tidak mengerti kenapa saya memilih untuk menyerahkan hidup saya untuk melakukan 'karya2' bersama orang2 terbuang dibandingkan bisnis dan uang yang saya perjuangkan selama ini......ibu saya tidak mengerti
pilihan2 hidup saya...dari dulu sampai sekarang....(sepertinya begitu ... dari cerita2 beliau...:))

Kalo dari saya sendiri.....yang paling saya ingat...
Waktu SD...ntah siapa yang ngajarin....saya rajin membaca kitab suci....mencari jawaban atas segala persoalan2 dan pertanyaan2 'hidup' saya. Saya ingat, suatu waktu saya mencoba mengajari ibu saya untuk membaca kitab suci (beliau tidak bisa 'membuka' kitab suci sampai sekarang loh...:))....dan saya ingat tatapan bingungnya atau ntah apa....yang menanamkan 'image' dalam diri saya...seolah2 saya 'aneh'.....sejak itu kitab suci yang saya baca adalah 'rahasia hati' yang tidak saya beritahukan kepada orang lain...kecuali saat saya merasa orang salah mengerti kitab
suci, kadang juga pamer dikit :)) atau kadang saat tergerak menguliahi orang lain :))....kebiasaan ini terus berlangsung sampai kuliah tingkat 2 (waktu itu saya kuliah di luar kota).

Saat tingkat 2...ada satu kejadian yang menjadi titik balik dari kebiasaan membaca kitab suci itu....
..saya lupa....waktu itu kalo nggak salah saya mempertanyakan tentang setan dan Tuhan dan mempertanyakan 'keberadaan dan asal muasal' Allah.....saat itu saya mentok....saya tidak lagi bisa mendapatkan jawaban dari kitab suci.....saya stress berat :)))...sampai akhirnya saya mengaku dosa....(waktu itu saya aktif di Legio Maria)...saya mengaku dosa selesai misa pagi dengan seorang Romo....sambil menangis terisak2 diruang pengakuan...saya ceritakan semua kegelisahan hati saya...... beliau bertanya
"kamu sekarang kerja atau kuliah?"
jawab saya "kuliah" "kamu disini tinggal dirumah sendiri atau kos?"
"kos"
"kamu masih punya orang tua?"
"ya"
"kamu punya teman2 yang baik disini?"
"ya"
"kamu punya kakak atau adik?"
"ya, saya punya 1 orang kakak di Jakarta"
"Baik..... semua yang kamu pertanyakan...adalah pertanyaan bagi banyak orang.....itu adalah misteri dan rahasia Allah. Sayapun yang telah bertahun2 menggeluti hidup rohani, membaca dan mendalami kitab suci...tidak bisa menjawab pertanyaan2 kamu
itu.....itu tidak penting!. Yang penting sekarang.....kamu sekolah, sekolahlah yang baik....kamu punya orang tua, jadilah anak yang baik...kamu punya kakak, jadilah adik yang baik....kamu punya teman, jadilah teman yang baik.....Hiduplah yang baik!,
menjalani hidup yang baik saja ... itu sudah merupakan sesuatu yang sangat berat...dan itu sudah lebih dari cukup".

Itulah titik baliknya....yang aneh....dari sebuah pengakuan dosa, dari sebuah nasehat yang begitu indah dan bijaksana.....efeknya justru bertolak belakang.....saya tidak ke gereja sejak itu!.
Kenapa?
Karena itu tidak baik...(paling tidak itulah pemikiran saya saat itu). Selama ini, saya ke gereja...hanya karena ditanamkan oleh banyak orang bahwa saya HARUS ke gereja....padahal di gereja ..dalam misa, pikiran saya kemana2....hati saya
tidak disana.....kerap kali saya ke gereja karena terpaksa...dan karena itu saya merasa bahwa selama ini SAYA TELAH MENIPU ALLAH dan diri saya sendiri!!.
Sejak itu saya berprinsip....saya tidak mau ke gereja....kecuali jika saya
butuh/ingin ke gereja...karena saat itu...saya akan ke gereja dan menghadiri misa....dengan JUJUR karena saat itu, hati dan pikiran saya adalah HANYA untuk Allah....walau ternyata saya tetap hanya ke gereja saat natal, paskah itupun karena dipaksa oleh keluarga atau teman2 saya untuk ke gereja....yah ...tetap tidak jujur
pastinya :)).
Semuanya ini berlangsung selama kurang lebih 12 tahun....

Sampai januari tahun lalu (2007)......titik kehidupan saya pun berbalik lagi..... Saya yang begitu pelit dengan uang, begitu berambisi dengan pekerjaan....mengumpulkan uang dan membuat target...ingin punya rumah sendiri, mobil sendiri dan tabungan sejumlah besar uang dan setelah itu mau 'pensiun' aja dan hanya
mau mengerjakan hal2 yang saya sukai saja....:)) cita2 yang aneh mungkin....tapi syukur kepada Allah.....saya kualat dengan Allah yang MahaBaik....:) ...karena itu semua SUNGGUH TERJADI!!.....

Suatu hari kakak ipar saya pulang dan membawa sebuah buku "Bebaskanlah kami dari sini", Maria Sima......buku itu mengingatkan saya kembali kepada 'keberadaan' Allah
yang HIDUP....dan 'mereka' semua Roh2 yang Kudus yang ada disekitar Allah dan yang senantiasa ada untuk menjadi perantara kita.... saya kepada Allah....dan pastinya...(yang sangat saya percaya adalah karena panggilanNya)....."Ya, saya
percaya....Allah telah memanggil saya pulang"......untuk 'pensiun' dan hanya melakukan hal2 yang dikehendakiNya...:)
Sedikit demi sedikit tapi pasti....saya kembali ke gereja dengan kerinduan dan kebutuhan hati untuk bertemu dan bersama Allah....Misa Kuduspun menjadi sesuatu yang begitu indah, seringkali saya menangis karena perasaan 'sayang' yang begitu besar kepada Allah, perasaan 'rindu' untuk bersama Allah...merindukan kedamaian, kepastian
untuk melangkah dalam hidup bersama Allah dan kerap kali...karena rasa 'berdosa' ......rasa sedih yang dalam menyadari bahwa saya telah melukai hati Allah yang telah begitu sabar kepada saya.....itu perasaan yang paling menyiksa...tapi disitulah
kuasa kebesaran Allah ADA karena dalam 'keadaan' seperti itu...saya akan hadir dalam doa, dalam misa dengan penyerahan penuh kepada Allah karena rasa bersalah dan
ketidakberdayaan yang begitu dalam....dan sungguh Rahmat Pengampunan itu ADA!...terutama dalam misa kudus dan doa rosario (doa ini sangat special...saya bisa
berdoa rosario juga karena sebuah misteri panggilan yang indah)....disana ada
pengampunan dalam pertobatan, ada jalan keselamatan....ada kekuatan dan peneguhan,
ada cinta dan kebersamaan dengan Allah dan Ibu Maria.....disana dalam penyerahan
akan ada pemurnian, penyucian dan pengudusan karena itulah 'penjagaan' dan
'perlindungan' yand dibutuhkan untuk hidup bagi Allah, untuk layak bekerja bagiNya
dan untuk layak dipakaiNya spt apapun yang dikehendakiNya dan bukan kehendak
saya!.....itulah perjuangan hidup yang paling berat....mencari Allah setiap hari,
berjuang untuk bersatu dengan Allah.....berusaha untuk hidup dengan hanya
mengandalkan Allah.

...bulan Februari 2007 ...selesai baksos di ujung kota Jakata ...ayah saya membawa pulang
sebuah buku "Kepingan kisah yang nyaris terhilang"....buku itu saya lalap habis dalam waktu 2-3 hari....dan saya langsung mencari sang penulis buku
itu....karena ada 1 permohonan dan pemberian 'kecil' yang ingin saya titipkan pada
beliau dan karena ada 1 kerinduan yang dalam waktu itu....bahwa saya seringkali ikut
baksos bagi2 sembako, pengobatan dan lain2....dan setiap kali saya pulang
baksos....ada satu pertanyaan kecil yang selalu muncul dalam hati saya...."apa yang
terjadi dengan orang2 ini (yang telah kami bantu dengan 1x baksos) setelah acara
baksos ini selesai?....bagaimana sesungguhnya kehidupan mereka?...seperti apa
kesulitan mereka, dan sejauh apa sebuah baksos mampu membantu hidup mereka?".
karena alasan2 itulah...saya meminta pada “sang penulis buku” waktu itu...."bolehkah
saya membantu disini .... saat saya ada waktu luang? saya ingin tau proses hidup mereka"......jawabnya waktu itu "Oh, silahkan saja....datang saja kesini
kapanpun kamu mau"....Sejak itulah saya 'terjebak’ dalam karya di pelayanan di ujung kota Jakarta....:))

Sebuah kualat yang indah kepada Allah Bapa yang Mahabaik dan Mahabijaksana...
Ia yang memanggil saya 'pulang' untuk hadir dalam Misa KudusNya....dengan hati,
pikiran dan jiwa yang memang "HANYA UNTUK DIA"....seperti kata2 saya dulu.
Ia yang 'mengabulkan' keinginan 'pensiun' saya .....dan Dia pulalah yang
'memilihkan' bagi saya.......pekerjaan yang saya senangi untuk saya lakukan di masa
'pensiun' saya yang sangat dini :))) (menurut banyak orang...:))....
Saat ini, saya tidak hidup dalam 'berkelimpahan'.....dan mungkin di mata banyak
orang ..... cenderung minim...:)) tapi saat ini saya tidak lagi memperdulikan
itu.....didalam Allah dan bersama Dia, hidup saya CUKUP dan BAHAGIA.....
".........bila Allah telah memanggil......"
"Syukur kepada Allah....." .......itulah kata yang pantas untuk terucap dan HANYA
itu yang mampu saya ucapkan atas segala kebesaran cinta dan kelimpahan rahmatNya
atas diri saya
dan "Terjadilah seperti apa yang dikehendakiNya.......... atas PANGGILAN yang
diberikanNYA!!"

.........sampai saya ada pada saat ini dengan jawaban...."semua pertanyaan2 itu
adalah 'perenungan rohani' yang harus saya sikapi dengan iman yang teguh kepada
Allah dan bukan dengan keragu-raguan akan karya dan 'rencanaNya.....karena semua
peristiwa2 hidup ini adalah misteri Allah yang dapat menjadi baik didalam dan
bersama Dia dan akan menjadi buruk jika saya membiarkan diri saya terbawa pada
keragu-raguan dan menghabiskan waktu mencari kepastian dan jawaban2 semu.....hanya
didalam Dia dan bersama Dia....saya tidak perlu jawaban.....saya hanya perlu
'persatuan' dengan Allah, kepenuhan cinta didalam Allah....dan berjalan setapak demi
setapak, sehari demi sehari dengan menggandeng tanganNya sehingga bukan saya yang
menentukan...tapi Dia, dan setiap hari akan menjadi perjuangan...bukan untuk sukses,
bukan untuk bekerja dan menghasilkan banyak, bukan untuk rencana.....tetapi untuk
berserah penuh kepadaNya agar diri saya pantas untuk dipakaiNya seperti apapun yang
dikehendakiNya.... "
(hamba Tuhan)

Diambil dari sumber: www.domuskaritatis.blogspot.com